Permainan Tom-Tom Bak

Permainan Tom-tom-Bak) Ilustrasi: folklor.kosabudaya.id)

Permainan Tom-Tom Bak adalah salah satu permainan tradisional anak-anak Melayu Riau yang bertujuan untuk menguji ketenangan, kesabaran, dan kemampuan menahan tawa. Permainan ini menantang para pemain untuk tetap diam dan tidak tertawa selama permainan berlangsung, sambil mengikuti irama lagu dan gerakan tangan secara bersama-sama.

Permainan ini dimainkan secara berkelompok, biasanya terdiri atas lima hingga sepuluh anak, baik laki-laki maupun perempuan. Permainan dilakukan di tempat terbuka seperti halaman rumah atau tanah lapang yang cukup luas, agar para pemain dapat bergerak dengan leluasa.

Bacaan Lainnya

Ciri khas permainan ini terletak pada penggabungan antara lagu, gerak tangan, dan suasana ceria penuh tawa. Suara nyanyian yang ritmis dan gerakan tangan yang berulang menjadikan permainan ini menyenangkan serta mengundang gelak tawa bagi semua pemain.

Keunikan lainnya, permainan Tom-Tom Bak Yong selalu diiringi oleh dua lagu tradisional khas, yaitu “Tom-Tom Bak” dan “Ram-Ram Pisang.” Kedua lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai pengiring, tetapi juga menentukan alur permainan dan tantangan antar pemain. Melalui irama lagu dan interaksi yang seru, anak-anak belajar menjaga kekompakan, kecepatan gerak, dan ketahanan diri untuk tidak tertawa meski digoda oleh teman-teman lainnya.

Selain menjadi hiburan, permainan Tom-Tom Bak juga mengandung nilai-nilai pendidikan sosial, seperti kebersamaan, kerja sama, disiplin, dan saling menghormati. Permainan ini menggambarkan bagaimana masyarakat Melayu menanamkan karakter positif kepada anak-anak melalui cara yang sederhana namun penuh makna.

Peraturan Permainan

  1. Membentuk Lingkaran
    Semua pemain duduk atau berdiri membentuk lingkaran agar mudah berinteraksi satu sama lain.
  2. Mengepal Tangan
    Setiap pemain mengepal kedua tangannya dan menumpuknya secara berselang-seling dengan tangan pemain di sampingnya. Kedua tangan milik satu pemain tidak boleh saling bertemu.
  3. Menyanyikan Lagu “Tom-Tom Bak”
    Semua pemain menyanyikan lagu ini secara bersama-sama dengan ritme yang cepat dan riang. Setiap akhir bait lagu, tangan yang berada di posisi paling bawah harus dibuka dan diletakkan dalam posisi telungkup. Lagu diulang beberapa kali hingga semua pemain membuka kedua tangannya.
  4. Melanjutkan dengan Lagu “Ram-Ram Pisang”
    Setelah seluruh tangan terbuka, pemain mulai mengayun-ayunkan tangan mereka sambil menyanyikan lagu Ram-Ram Pisang.
  5. Permainan Diam
    Ketika lagu berakhir, semua pemain harus berhenti bergerak dan diam sepenuhnya. Siapa pun yang tertawa, bersuara, atau bergerak akan mendapatkan hukuman berupa cubitan ringan atau gelitikan dari pemain lain.
  6. Mengulang atau Mengakhiri Permainan
    Setelah satu putaran selesai, permainan dapat diulang dari awal atau diakhiri jika seluruh pemain menyetujui.

Peraturan Permainan

  • Semua pemain wajib menyanyikan lagu secara serempak.
  • Pemain tidak boleh mencubit dengan keras hingga menimbulkan rasa sakit.
  • Siapa pun yang tidak mengikuti aturan dianggap kalah atau harus menggantikan posisi pemimpin lagu.
  • Kejujuran, kebersamaan, dan sportivitas dijaga selama permainan berlangsung.

Lirik Lagu “Tom-Tom Bak”

tom tom bak
mak yong dedek
pecah sebijik
tinggal serangkap

Lirik Lagu “Tom-Tom Bak Versi 2”

tom tom bak
mak yong dedek
pecah sebijj tinggal serangkap
nenek oh nenek
rumah nenek nak reban
rek rek rum.

Lirik Lagu “Tom-Tom Bak Versi 3”

tom tom bak
mak yong dedek
pecah sebiji tinggal serangkap

rengke-rengke periuk
periuk dari jawa
datang maksu cabuk
hembuih api tak nyala

nenek oh nenek
rumah nenek nak reban
ghek ghek ghum

Lirik Lagu “Ram-Ram Pisang”

ram ram pisang
pisang masak layu
jatuh dalam kubang
sambag bapak yu

umbut-umbut nyoq
belalang kodek-kodek,
sapa mulut banyak
orang tu kena cubit

Makna dan Nilai Pendidikan
Permainan Tom-Tom Bak Yong bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarat nilai pendidikan budaya. Melalui permainan ini, anak-anak belajar untuk:

  • Melatih koordinasi tangan dan tubuh melalui gerakan berirama.
  • Mengembangkan keterampilan sosial melalui interaksi dan kerja sama kelompok.
  • Menumbuhkan rasa humor, sportivitas, dan toleransi saat menghadapi kemenangan maupun kekalahan.
  • Menanamkan nilai kebersamaan dan komunikasi positif, yang merupakan inti dari kehidupan bermasyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *