Rendang adalah gulai yang sengaja dimasak sehingga kuahnya menjadi kering. Biasanya yang direndang adalah daging, gulai daging yang dipanaskan hingga kuahnya mengering. Merupakan jenis lauk-pauk yang terkenal dalam alam Melayu, terutama di Sumatra.
Biasanya rendangdimasak dalam jumlah besar karena untuk menjamu tamu pada setiap acara perhelatan, baik turun mandi, khatam Quran, manjalang mantuo (mengunjungi mertua), dan makanan hari raya Islam (Idul Fitri dan Idul Adha) yang dihidangkan bersama ketupat. Makanan ini sudah menjadi makanan wajib pada setiap perhelatan baik perhelatan besar maupun kecil, seperti pada perhelatan perkawinan.
Bahan pembuatan rendang daging adalah daging sapi atau kerbau dan kelapa. Satu kilogram daging membutuhkan tiga sampai empat butir kelapa. Kadang diberi tambahan kacang merah, kentang kecil bulat, atau ubi kayu. Tambahan ini hanya untuk memberi variasi dan menghilangkan rasa bosan bagi yang menikmatinya. Jenis daging yang dipakai adalah daging has karena struktur padat sehingga tahan (tidak hancur) ketika dimasak dalam waktu yang lama.
Bumbu-bumbu yang diperlukan untuk membuat randang adalah cabe giling halus, bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, kemiri, ketumbar, kulit manis, cengkeh, serai, daun jeruk purut, daun kunyit dan daun salam.
Cara mengolah rendang daging adalah kelapa diparut, diperas hingga menghasilkan santan kental, sementara itu semua bumbu digiling halus, kecuali daun kunyit, salam dan serai. Santan berikut bumbu dimasak di atas wajan hingga mendidih, kemudian masukkan daging yang sudah dipotong dengan ukuran sesuai selera. Dimasak terus hingga keluar minyak dan warna berubah coklat kehitam-hitaman.
Di Kampar sebagai sentral dari alam Melayu Tua, sebelum zaman keemasan Sriwijaya, rendang dalam suatu perhelatan seringkali dihidangkan sebagai kapala jambar (kepala hidangan). Untuk keperluan ini daging yang direndang berukuran besar (1 kg daging dibagi 2 atau 3). Untuk membuat rendang sebagai perlengkapan adat tsb. dibutuhkan waktu lama, bisa sampai lima hari agar daging menjadi empuk dan bumbunya meresap sampai ke bagian terdalam daging. Sebagai kapala jambar rendang ini menyertai dan tidak dimakan habis oleh tamu karena fungsinya untuk meramaikan hidangan. Rendang tersebut baru dimakan setelah usai perhelatan olehkaum kerabat yang mengadakan perhelatan.
Selama memasak rendang harus terus diaduk dengan menggunakan sanduk basi (sudip). Apalagi setelah santan mulai mengering supaya bumbu merata dan tidak hangus. Jika ditambahkan potongan ubi kayu, kacang merah atau kentang, bahan-bahan tersebut dimasukkan setelah santan mulai mengental dan bersatu dengan bumbu, agar matangnya bersamaan dengan daging. Sedangkan api untuk memasah harus dijaga agar selalu stabil. Tempat yang digunakan untuk memasak adalah tungku dengan bahan bakarnya arang kayu atau kayu bakar.
Selain cara di atas, ada cara lain yaitu dengan mendiamkan daging dan semua bumbu yang telah diaduk rata selama kurang lebih 15 menit agar bumbunya meresap. Sementara itu santan dimasak sampai ke luar minyaknya. Setelah ke luar minyak baru masukkan daging yang sudah dibumbui tadi. Masak sambil terus diaduk.





