Permainan Lemang Semambu adalah salah satu permainan tradisional anak-anak dari budaya Melayu yang menggabungkan unsur gerakan fisik, irama lagu, dan kebersamaan kelompok.
Para pemain duduk melingkar, meletakkan kedua tangan mereka ke lantai sebagai tumpuan, kemudian salah satu pemain memimpin dengan menyentuh (menjamah) tangan-tangan pemain lain secara berurutan sambil menyanyikan lagu bersama.
Pemain dan Tempat Bermain
- Pemain: biasanya 4 hingga 5 anak duduk melingkar.
- Tempat: di ruang terbuka yang aman seperti halaman rumah, teras rumah atau pelataran yang datar. Tidak memerlukan alat khusus selain ruang dan cukup banyak teman.
- Kelompok usia bisa disesuaikan dengan anak-anak sekolah dasar.
Alat & Persiapan
- Tidak memerlukan alat khusus.
- Ruang cukup untuk duduk melingkar dengan tangan sebagai tumpuan di lantai atau alas datar.
- Pemimpin permainan ditunjuk melalui kesepakatan anak-anak.
Aturan dan Tatacara Permainan
- Anak-anak duduk melingkar dengan kedua tangan diletakkan di lantai sebagai tumpuan. Salah satu anak ditunjuk sebagai pemimpin.
- Pemimpin menyanyikan lagu sambil “menjamah” tangan-tangan pemain lain secara bergiliran—misalnya tangan kiri pemain A, lalu tangan kiri pemain B, dan seterusnya—sejalan dengan irama lagu.
- Lagu yang dinyayikan adalah:
“Mang semambu, kuala sambau. Hujan nunut, mandi katong. Sirih rabit, pinang jawi. Sintak peluk Tuan Putri Enam Dewa.” - Ketika lagu selesai atau pada bait tertentu, tangan yang “terjamah” terakhir memiliki posisi khusus:
- Jika tangan yang dijamah adalah tangan pemain dan itu adalah tangan kiri, maka tangan tersebut diangkat ke dada.
- Jika tangan kanan yang dijamah pada akhir lagu, maka tangan tersebut diletakkan di atas kepala.
- Setelah bagian “jamah tangan” selesai, kemudian pemimpin melanjutkan dengan pertanyaan-jawaban cepat yang menantang pemain.
Pemimpin: “Apa dijunjung?”
Pemain: “Bakul”
Pemimpin: “Apa dijurus?”
Pemain: “Rotan”
Pemimpin: “Apa kilik?”
Pemain: “Sumpit”
Pemimpin: “Apa tungkat?”
Pemain: “Lemang” - Pemimpin kemudian menyanyikan lagu tambahan sambil berpura-pura “mencincang” tangan pemain (gerak cepat menepuk atau menggoyangkan secara riang).
Pak… pak… si pungguk
Si Pungguk mati akar
Tuan Haji ke padang
Bersunting daun
Sehari tak dipandang serasa setahun
Pemimpin lalu bertanya lagi:
Pemimpin: “Peti besi atau peti kayu?”
Jawab: “Peti besi” (jika jawab “peti kayu” berarti kalah)
Pemimpin: “Mana kuncinya?”
Jawab: “Jatuh ke lubuk”
Pimpinan : “Kalau diselam?”
Jawab : “Merah mata”
Pimpinan : “Kalau disuduk?”
Jawab : “Patah suduk”
Pimpinan : “Kalau dijala?”
Jawab : “Koyak jala”
Mendengar jawaban tersebut, pimpinan berkata lagi:
“Kalau begitu, lebih baik diselam saja…ngup!”, dengan sekuat tenaga pemimpin menarik tangan, dan yang harus ditarik mempertahankan genggaman tangannya.
Jika tangan terbuka, ia menunjukkan telunjuknya sambil berujar, “ini kuncinya”, maka pemimpin tersebut menjadi pemenang dan mendapat Tuan Putri Enam Dewa. Permainan dilanjutkan dengan bergiliran menjadi pemimpin.
Nilai-Pendidikan & Manfaat
Permainan Lemang Semambu memiliki banyak manfaat, antara lain:
- Koordinasi dan kelincahan fisik, karena pemain harus menaruh tangan, mengangkatnya, atau meletakkan di kepala secara cepat.
- Konsentrasi dan respon cepat, karena pemain harus tanggap terhadap lagu dan gerakan pemimpin.
- Kebersamaan dan kerjasama sosial, karena permainan dimainkan secara kelompok dan bergantian.
- Pelestarian budaya lokal, karena permainan ini adalah bagian dari warisan tradisi anak-anak Melayu dan patut dilestarikan.





