Permainan Galah Panjang

Permainan Galah Panjang. (foto: kosabudaya.id)

Galah panjang adalah permainan antara 2 kelompok anak dalam melewati garis-garis permainan berbentuk galah yang disebut cakbur. Satu kelompok menjaga garis dan kelompok lainnya mencoba melewati garis. Anak yang dapat melewati garis dari atas hingga ke bawah dan kembali lagi ke atas disebut cakbur.

Galah Panjang dimainkan secara berkelompok. Masing-masing kelompok sekurang-kurangnya terdiri dari 3 hingga 6 orang, laki-laki atau perempuan yang berusia antara 7 sampai 12 tahun.

Bacaan Lainnya

Permainan galah panjang dikenal luas seluruh wilayah di Riau. Permainan ini masuk dalam kategori pertandingan (game). Dinamakan galah panjang karena arena permainan ini berupa garis-garis yang memanjang seperti galah.

Tempat Permainan
Tempat yang digunakan untuk bermain adalah tanah lapang yang datar, misalnya pinggir pantai, halaman sekolah, ataupun halaman surau atau mesjid. Di arena itu dibuat petak berukuran kira-kira lebar 6 meter dan panjang 9 meter. Lalu dibuat garis tengah memanjang (lunas galah) yang membagi sisi kanan dan sisi kiri sama lebar dan garis melintang yang membagi petak menjadi tiga (lihat bagan).

Keterangan:

____ garis lintasan ketua kelompok bertahan

____ garis lintasan anggota kelompok bertahan

Garis galah panjang yang disebut lunas galah, terletak di tengah-tengah secara membujur atau vertikal atau tegak lurus pada garis-garis lintangnya. Garis-garis lintang yang sejajar serta sama jarak yang satu dengan yang lainnya sesuai dengan jumlah pemain dikurangi satu. Jika pemainnya 5 orang, garis tengah lintangnya 5 – 1 = 4. Dalam arti 4 orang menjaga garis lintang dan seorang menjaga garis tengah.    

Sebelum permainan dimulai, kedua kelompok harus diundi dulu dengan sut atau hompimpa. Pemenang sut menjadi penyerang dan yang kalah menjadi kelompok yang bertahan. Kelompok yang bertahan akan menempatkan pemain mereka di setiap garis melintang, EF, GH, dan IJ. 

Penjaga-penjaga garis ini hanya boleh bergerak di sepanjang garis yang mereka jaga, sedangkan ketua kelompok dapat melewati garis AB, selain menjaga garis CD. Kelompok yang menyerang mencoba melewati atau melintas dari garis paling depan sampai ke belakang, kemudian kembali ke depan tanpa tersentuh oleh kelompok bertahan dan tidak boleh mundur ke petak yang sudah dilaluinya. Kelompok penyerang tidak boleh melanggar garis. 

Pemain hanya dibenarkan bergerak dalam lingkungan garis CI dan DJ. Bila ada yang berlari keluar garis maka kelompoknya dinyatakan kalah. Dalam permainan berikutnya kelompok ini menjadi kelompok bertahan.            

Jika salah satu dari pasukan penyerang dapat berlari dari depan ke belakang dan kemudian kembali ke depan lagi tanpa tersentuh, pasukan penyerang dinyatakan menang. Dalam permainan berikutnya kelompok ini tetap bertindak sebagai penyerang. Sebaliknya, jika salah satu dari kelompok penyerang tersentuh oleh pemain kelompok bertahan, permainan dimenangkan oleh kelompok bertahan. Dalam permainan berikutnya kelompok ini bertindak sebagai penyerang dan kelompok yang kalah menjadi kelompok bertahan.

Aturan Permainan
Kelompok dipimpin seorang penjaga  lunas galah. Penjaga ini, secara bebas menggunakan sepanjang galah lunas itu ke atas dan ke bawah mengejar lawannya yang masuk untuk membuka permainan dari pihak lawannya dengan ketentuan sbb.: 

  1. Pengundian. Dilakukan sut untuk mencari kelompok penyerang dan penunggu; 
  2. Penunggu, Ketua kelompok menjaga garis galah panjang yang disebut kepala galah (AB), secara bebas naik ke atas dan ke bawah, serta menjaga galah bawah (CD), memburu lawan penyerangnya, sedangkan penunggu lainnya menjaga galah EF, GH, dan IJ dan selanjutnya dalam gerak melintang atau penghadangan serangan lawan yang menerobos; 
  3. Penyerang. Para penyerang menerobos seorang demi seorang penunggu galah, boleh dari kiri ataupun kanan. Apabila telah melewati galah atas (CD, EF, GH, dan IJ), kembali lagi ke galah bawah (IJ, GH, EF, dan CD). 
  4. Cakbur. Setelah melewati penunggu ke galah atas, maka ia harus berusaha turun lagi melewati penghadang galah bawah. Apabila telah selesai semuanya, ia kembali lagi ke teras permainan dengan menyebutkan cakbur; 
  5. Setelah salah seorang kawan cakbur, yang lainnya turun semua kembali ketempat pemulaan bermain (teras permainan) dan mulai menyerang lagi. Begitu seterusnya; 
  6. Biji kemenangan. Sihitung dari jumlah Cakbur masing-masing; 
  7. Penyerangan batal. Bila saat menyerang salah seorang anggota penyarang tertangkap dalam perjalanan; baik naik maupun turun sebelum kawannya ada yang selamat Cakbur;
  8. Pertukaran, Terjadi jika penyerang gagal Cakbur, dan si penjaga pula menjadi penyerang, serta melakukan permainan seperti yang telah dilakukan lawannya dan berusaha merebut sebanyak mungkin cakbur masing-masing;
  9. Setelah usai bermain, diperhitungkan jumlah cakbur masing-masing. Yang kalah jumlah cakbur nya maka ia terpaksa mendukung lawan bermain yang menang dalam jarak sepanjang lunas galah kepala pulang pergi;
  10. Bila penyerang keluar dari garis permainan, maka dianggap penyerang melakukan kesalahan;
  11. Penghadang harus menangkap atau memegang penyerang;
  12. Pemberitahuan karena sesuatu hal tidak jadi menyerang  atau menghadang disebut Cup atau Nas. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *